BUDAYA LS NEWS UPDATE SEJARAH

Asal Usul Barongsai

Hai LS Lovers, tak terasa ya kita sudah memasuki tahun 2020. Sebentar lagi juga akan ada perayaan hari raya Imlek tahun 2020 atau tahun 2571 (penanggalan Cina) yang merupakan tahun shio Tikus logam.

Perayaan hari Imlek selalu dirayakan meriah dengan berbagai macam pernak-pernik dan aneka macam kue. Pernak-pernik Imlek, yakni lampion sudah mulai dipajang di tempat-tempat ibadah vihara, klenteng, dan pusat perbelanjaan. Selain pernak-pernik dan berbagai macam kue, perayaan Imlek juga selalu menyajikan tradisi tarian Barongsai lhoo…

Barongsai di Klenteng Boen Bio

LS Lovers tau gak nih tentang asal-usul dari barongsai? Nah pada kesempatan kali ini, Love Suroboyo akan menceritakan asal-usul Barongsai.

Barongsai merupakan tarian tradisional yang berasal dari Cina dengan menggunakan kostum yang menyerupai Singa. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, Singa melambangkan simbol kekuatan, keunggulan dan kebijaksanaan. Tarian barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat.

Konon, Barongsai sudah ada sejak 1500 tahun silam pada masa Dinasti Qing. Menurut dongeng yang beredar, alkisah, ada sebuah desa yang mayoritas penduduknya bertani, semua penduduk hidup dengan tentram dan makmur. Setiap tahun ada monster yang menganggu ketentraman penduduk desa. Penduduk desa menyebut monster itu, Nian. Kehadiran Nian mendatangkan malapetaka di desa sehingga membuat para penduduk menjadi resah dan ketakutan.

Tiba-tiba ada seekor Singa (disebut pula barongsai) yang datang ke desa untuk memberikan pertolongan kepada para penduduk. Singa itu mengaum dengan keras untuk mengusir Nian. Auman singa tersebut berhasil mengusir Nian. Singa merasa bahwa keadaan desa sudah aman dan pergi meninggalkan desa.

Ilustrasi Wujud Nian by google photo

Tak lama setelah kepergian singa, Nian datang kembali ke desa. Sayangnya, singa itu tidak datang kembali untuk menolong. Para penduduk desa pun resah, mereka berkumpul & berupaya mengusir Nian itu dengan cara membuat kostum barongsai yang terbuat dari kain & bambu. Selain kostum barongsai, para penduduk juga memainkan beberapa alat musik dan tetabuhan yang sangat berisik, seperti suara pukulan simbal, gong, dan gendang. Tak hanya dengan kostum dan musik tetabuhan, para penduduk juga berlatih kungfu untuk mengusir Nian. Maka dari itu, para ahli kungfu lah yang memainkan tarian barongsai dan mengusir Nian.

Pertunjukan Barongsai di Grand City Mall

Barongsai selalu identik dengan tahun baru Imlek karena Nian selalu datang saat tahun baru Imlek. Kini, mengusir monster atau Nian diibaratkan sebagai mengusir aura-aura buruk. Oleh karena itu, tarian barongsai tak hanya diadakan pada saat perayaan Imlek saja. Melainkan juga hadir saat perayaan-perayan tertentu seperti hari raya Waisak, acara peresmian Klenteng, acara pembukaan restoran dan lain sebagainya.

Pertunjukan Barongsai di Royal Plaza Surabaya

Barongsai terdiri dua jenis. Ada singa utara dan singa selatan. Singa utara memiliki urai ikal dan berkaki empat. Penampilan singa utara itu lebih terlihat alami dan terlihat mirip seperti singa. Sedangkan untuk singa selatan, penampilannya lebih bervariasi, seperti ada tanduk di kepalanya. Gerakan singa utara & singa selatan pun berbeda. Singa selatan memiliki gerakan kepala yang keras & melonjak-melonjak. Sedangkan, singa utara gerakannya lebih cenderung lincah & penuh dinamika.

Tarian barongsai biasanya menampilkan gerakan seperti tidur, makan, bermain, berkelahi, dan yang menjadi ciri khasnya adalah saat barongsai memakan amplop angpao berisi uang yang diberikan oleh para penonton. Gerakan memakan angpao ini dinamakan Lay See. Di atas amplop angpao tersebut biasanya ditempeli selada air ‘Chai Chin’ sebagai lambang hadiah.

Nahhh, bagaimana nih LS Lovers? Sekarang sudah tahu kan asal-usul barongsai? Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan untuk semua LS Lovers. Love Suroboyo, Kenali dan Peduli Kotamu. Dan selamat hari raya Imlek bagi teman-teman LS Lovers yang merayakannya.

Penulis : Elisabeth
Editor : Um
Foto : Rachmad Juliantono, Anggita, Asa, Wiji Tan
Sumber : CNN

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.