BLUSUKAN LS NEWS UPDATE SEJARAH

Blusukan Kampung Eropa Jilid 5

Love Suroboyo – Minggu (1/9) Komunitas Love Suroboyo mengadakan blusukan ke Kampung Eropa. Blusukan kali ini sudah merupakan edisi jilid ke-5 menelusuri Kampung Eropa. Dengan rute Kantor Pos Kebon Rojo, PT. Pelni, Bank Mandiri, dan berakhir di Kantor Gubernuran. Blusukan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Followers Love Suroboyo.

Halaman depan Kantor Pos Kebon Rojo

Tepat pukul 07.00 pagi, para peserta berkumpul di Kantor Gubernuran. Lalu peserta memulai perjalanan menuju ke Kantor Pos Kebon Rojo. Kantor pos ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Surabaya yang terletak di Jl. Kebon Rojo No. 10 Surabaya. Sebelum menjadi kantor pos, bangunan ini merupakan gedung Hogere Burger School (HBS) pada tahun 1881. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak bangsa Eropa, putra bangsawan pribumi atau putra para tokoh pribumi terkemuka. Namun pada tahun 1923, HBS pindah ke daerah Ketabang. Kemudian Bekas gedung HBS itu kemudian digunakan sebagai Hoofdcommissariaat van Politie atau Kepala Komisaris Polisi Soerabaia sampai tahun 1926. Setelah itu, gedung ini direnovasi dan digunakan sebagai Hoofdpostkantoor atau Kantor Pos Besar hingga sekarang.

Di dalam gedung PT. PELNI

Perjalanan dilanjutkan menuju ke PT. Pelni yang terletak di Jl. Pahlawan 114 Surabaya. Gedung PT. Pelni merupakan gedung Stoomvaart Maatschappij Nederland (Kantoorgebouw Stoomvaart Maatschappij Nederland aan de Aloon-Aloostraat te Soerabaja) adalah perusahaan pelayaran samudera yang didirikan pada tahun 1870 yang dirancang oleh biro arsitek N.V. Algemeen Ingenieurs- en Architecten Bureau (A.I.A. Bureau). Pembangunan gedung berlantai dua ini memakan waktu dua tahun, dimulai tahun 1931 dan selesai pada tahun 1932. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini pernah dijadikan Kantor Berita Domei. Setelah Indonesia merdeka, gedung SMN inimengalami beberapa kali pergantian kepemilikan. Hingga akhirnya tahun 1991, bangunan ini dibeli oleh PT. Pelayaran Nadional Indonesia (PELNI).

Depan halaman Bank Mandiri

Perjalanan berikutnya menuju ke Bank Mandiri. Dulunya, gedung Bank Mandiri ini merupakan Gedung Borsumij. Borsumij adalah sebuah perusahaan dagang Belanda yang didirikan oleh J.W. Schlimmerdan berkantor pusat di Den Haag.Borsumij ini pernah beberapa kali beralih fungsi. Terakhir digunakan oleh Bank Exim, yang kemudian merger bersama tiga bank lainnya, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO), dan Bank Dagan Negara (BDN), yang akhirnya menjadi Bank Mandiri.

Foto di depan Monumen titik nol

Peserta melanjutkan perjalanan menuhin ke kantor Gubernur Jawab Timur, melewati Monumen titik nol Surabaya. Beberapa peserta sempat mengabadikan foto di Monumen titik nol.

Taman di halaman kantor Gubernuran

Dan tibalah di kantor Gubernuran, rute terakhir blusukan kampung Eropa jilid 5 ini. Kantor Gubernur Jawa Timur yang terletak di Jl. Pahlawan ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya. Dibangun pada tahun 1929 oleh arsitek Belanda yang mengusung gaya bangunan di Eropa pada masa itu. Gedung ini juga merupakan gedung tertinggi di Surabaya, konon orang Belanda sangat suka melihat pemandangan pelabuhan Tanjung Perak dari atas gedung itu.

Di dalam gedung ini terdapat menara jam kuno yang masih berfungsi hingga saat ini. Tak mudah untuk bisa sampai ke menara jam. Para peserta harus menaiki tangga yang sangat tinggi & cukup curam sehingga para peserta harus berhati-hati.

Setelah sampai di menara jam, terlihat pemandangan kota Surabaya yang begitu indah. Terlihat juga view pemandangan Tugu Pahlawan. Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 11.00 siang, lonceng jam pun berdentang sebanyak 11 kali. Seperti halnya jam dinding di jaman modern ini, jam kuno ini juga berdentang sekali di pukul satusatu dan seterusnya. (Elisabeth)

Foto by: @ideakreasi & @zi_elisabeth

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.