KARYA

Hujan

Hai, tahukah kamu?
Malam ini hujan begitu syahdu
Seementara aku masih begitu lugu
Duduk sembari menikmati segelas susu

Di setiap tegukan, aku merindukanmu
Kenangan kita perlahan muncul satu per satu
Mulai dari berteduh di sekitar Jalan Embong Malang
hingga nekat menerjang hujan di daerah Ketintang

Ingat ga? Ketika mobil berwarna merah melaju kencang melewati genangan ke arah kita
Bukannya marah
kita malah sepakat untuk saling tertawa
Dengan baju yang sama-sama basah

Beda ya, jika dulu aku dibasahi karena hujan dan genangan.
Kini aku hanya dibasahi rindu dari air mata yang menggenang di sekitar pipi 🙁

Aku sudah menangis begitu lama
Karena aku tak bisa melihat isi hatimu
Dan aku selalu berdiri menatapmu dari kejauhan
Namun, mengapa kau sama sekali tak melihatku?

Hatiku pun selalu sakit saat aku mengakui bahwa aku mencintaimu
Kau malah berbalik dan tak menghiraukan isi hatiku

Seperti inilah aku menjalani hidup di dalam hatiku
Aku tahu bahwasanya kau hanya akan menyakitiku

Aku akan berada disini
Aku akan kembali, menjalani hidupku di tempat ini.

Oleh : Tia, Asa, Deddy, Elizabeth,

Editor : Plumeria

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.