PERSEBAYA

Layakkah Logo Kebanggaan berada di bawah?

Love Suroboyo – Persebaya Surabaya, sebuah nama yang terlihat sakral bagi Kota Surabaya. Begitu mendengar namanya orang pasti langsung memahami bahwa Persebaya Surabaya merupakan klub yang mempunyai banyak sejarah yang layak untuk dikenang sampai ke anak dan cucu.

Nama Persebaya sangat sakral untuk para pendukungnya dan juga mungkin buat sebagian warga Surabaya. Warga Surabaya menganggap Persebaya menjadi bagian dari hidup mereka. Mereka lalu menggambarkan rasa cinta mereka terhadap tim kebanggaannya. Banyak cara untuk menggambarkan kecintaan dan kebanggaan mereka terhadap Persebaya Surabaya. Salah satunya melalui mural di kampung-kampung

Seperti contohnya yang dilakukan oleh Bonek Simolawang. Pada hari Senin malam, 20 Agustus 2018, Komunitas Bonek Simolawang sedang membuat mural bertema Pahlawan juga Bonek yang berwujud Mural bergambar wajah Bung Tomo dan “Ndas Mangap“. Pembuatan mural ini sudah direncanakan sejak lama hasil iuran dari komunitas Bonek Simolawang sendiri. Mural “Ndas Mangap” dan Bung Tomo ini dibuat dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan RI yg ke-73. Harapannya ketika siapa pun melihat mural ini, semoga terbangun jiwa kepahlawanan dengan semangat pantang menyerah melakukan yang terbaik untuk negeri ini.

Namun, ada salah satu lukisan yang menurut penulis sedikit tidak etis. Di salah satu sudut kampung tepatnya di Bratang Binangun IVN, ada lukisan logo Persebaya yang terletak di bawah alias di paving jalan. Menurut salah satu bonek yang menemukan lukisan tersebut mengatakan bahwa sebenarnya maksud pembuatan dari logo Persebaya ini sangat bagus mengingat ada logo tim kebanggaan di tengah kampung. Namun, dari sisi letaknya kurang etis mengingat logo kebanggaan kok malah berada di bawah. Yang bisa di injak oleh siapapun yang melewatinya.

Logo Persebaya sendiri tentunya sangat sakral bagi para bonekmania. Bonek menganggap logo Persebaya sama halnya dengan lambang negara seperti Garuda Indonesia atau Bendera Merah Putih. Bagaimana rasanya bila logo yang sakral tersebut di injak injak ataupun dibalik warnanya? Pasti akan sakit hati melihatnya. Begitu juga dengan adanya logo Persebaya di tengah kampung yang terletak di bawah. Siapapun bisa menginjaknya termasuk warga setempat yang penulis yakin ada dulur bonekmania di situ.

Sebenarnya banyak cara untuk menunjukan rasa kecintaan kita terhadap Persebaya. Namun, sebaiknya kecintaan kita terhadap Persebaya tidak mengorbankan logo sakral yang bisa di injak- injak oleh siapa pun juga (Yosia)

Foto by ponpesrock n roll dan komunitas fotografi bonek

 

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.