SEJARAH

Maling Cluring, Legenda Asli Surabaya

Love Suroboyo – Bagi anda penggemar ludruk, pasti sudah tak asing lagi mendengar nama “Maling Cluring”. Legenda maling budiman yang diceritakan turun menurut lewat kesenian asli Surabaya, Ludruk. Dibalik legenda sosok Maling Cluring tersebut, ternyata jejaknya bisa ditemukan di dunia nyata. Potongan tubuhnya ada dalam 3 makam di 3 kampung di Surabaya. Bagaimana kisahnya? Mengapa harus dimakamkan secara terpisah menurut bagian potongan tubuhnya? Mari kita simak kisah yang diceritakan lewat kesenian ludruk beserta penelusuran sejarah yang dilakukan oleh beberapa arek Suroboyo.

Makam salah satu potongan jasad Maling Cluring
Legenda Maling Cluring

Alkisah, pada zaman penjajahan kolonial Belanda, rakyat Surabaya banyak yang menderita kelaparan dan miskin akibat upeti yang mencekik leher. Pada suatu malam, tiba-tiba saja suasana menjadi gempar. Pasalnya rumah bangsawan antek kompeni kehilangan sejumlah harta bendanya. Tangis kesedihan serta kemarahan meratapi kehilangan. Sementara itu, di gubuk reyot seorang janda terjadi kegemparan, didepan pintu gubuknya teronggok sejumlah uang. Hal yang sama pun terjadi pada para tetangganya menerima rejeki yang tak terduga.

Kejadian tersebut berulang kali terjadi, sehingga membuat geram Belanda. Jajaran pemerintah Belanda pun bergerak untuk mencari tahu siapa yang melakukan perbuatan yang merugikan kolonial Belanda tersebut. Akhirnya,setelah pencarian yang begitu sengit, diketahui bahwa perbuatan tersebut adalah ulah si Maling Cluring yang sakti, tak mempan mati meski tubuhnya ditebas pedang.

Belanda tentu saja tak kan menyerah untuk menemukan kelemahan si Maling Cluring ini. Dengan tipu muslihat, Belanda akhirnya mengetahui kelemahan dari ilmu rawarontek alias pancasona yang dimiliki oleh si Maling Cluring tersebut. Cara kejam yang harus dilakukan Belanda yakni ketika menebas si Maling Cluring, maka harus dipotong tiga bagian dan tiap bagian tubuh si maling haruslah dipisahkan oleh sungai.

Begitulah legenda yang diceritakan secara turun Рtemurun  tentang Maling Cluring. Makamnya terdiri dari 3 potongan tubuh yang berada di 3 tempat berbeda yang dipisahkan sungai, yaitu kampung Seng, kampung Rangkah dan kampung Kenjeran.

Penelusuran Sejarah

Legenda Maling Cluring tersebut ternyata tak hanya sekadar cerita yang tak diketahui kebenarannya. Salah satu bukti yang pernah ditelusuri di 2 kampung yaitu, kampung Rangkah dan Kenjeran terdapat makam salah satu bagian tubuh si Maling. Di kampung Rangkah, tepatnya di Rangkah VI Gang Jarak Polo terdapat makam”kaki” dari si Maling Cluring.

Makam “kaki” si Maling Cluring
Makam kaki Maling Cluring yang ada di Gang Jarak Polo sebelum dikeramik

Salah satu bagian tubuhnya yang lain terdapat di Kampung Kenjeran, lebih tepatnya di Lebo Agung Pandansari. Sebuah perkampungan kecil dimana hanya ada satu nama gang Lebo Agung yang tersemat nama Pandansari.

Lebo Agung Pandansari, letak makam bagian tubuh lain si Maling Cluring

Salah satu bagian tubuh yang masih kontroversi dimana letaknya adalah makam “kepala” si Maling Cluring. Ada yang mengatakan bahwa makam “kepala” juga ada di kampung Rangkah. Sementara pendapat lainnya mengatakan bahwa “kepala” si Maling Cluring masih disimpan oleh sang pemenggal kepala yang keberadaannya juga tak diketahui. Sang pemenggal kepala khawatir 3 potongan jasad si Maling Cluring ditemukan dan dapat disatukan kembali. Oleh karena itu, “kepala” sang Maling Cluring masih belum diketahui keberadaanya secara pasti. (Anggita)

Foto dan Sumber cerita by @ronylimaran @edoniarjerypratama @raffirizkiillahi

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.