BLUSUKAN KEGIATAN LS NEWS UPDATE

Nobar Film Dokumenter “Negeri Dongeng”

Hai, arek Suroboyo!

Tanggal 28 Oktober 2017 kemaren, Love Suroboyo mendapat kesempatan untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter dari AKSA 7 di Tunjungan Plaza. Dari sekian undangan, ternyata rata – rata yang diundang adalah komunitas pecinta alam atau pendaki yang ada di Surabaya. Jadi saya sendiri sebagai perwakilan LS sempat kaget karena selalu ditanya “Mbaknya dari komunitas pecinta alam atau pendaki?” Saya pun menjawab lirih, “saya dari komunitas sosial Love Suroboyo…..(blablabla, menjelaskan panjang lebar)

Film dokumenter ini menceritakan perjalanan para sineas muda dalam mendaki 7 gunung di Indonesia, mulai dari Kerinci (Jawa Barat), Semeru (Jawa Timur), Rinjani (NTB), Bukit Raya (Kalimantan), Latimojong (Sulawesi), Biaiya (Maluku) dan Jaya Wijaya (Papua).  “Selama ini belum ada film dokumenter tentang pendakian yang menunjukkan proses dalam mendaki gunung – gunung di Indonesia,” ujar Anggi Frisca, sutradara yang juga ikut dalam ekspedisi pendakian ke 7 gunung tersebut. Dan benar saja, selama film disajikan, anda akan disuguhkan proses pendakian beserta semua cerita yang mengantarkan kita semua, para penonton, untuk turut menikmati keindahan Indonesia dilihat dari gunung – gunung tersebut.

Salah satu cerita yang paling membekas di hati adalah ketika pendakian ke Gunung Biaiya, Maluku. Saat di tengah perjalanan menuju puncak, salah satu anggota tim mendapat kabar bahwa salah satu anggota keluarganya meninggal. Dia sempat bingung apakah harus melanjutkan pendakian atau menyerah dan turun. Dan saat itu dia berkata, “menuju puncak memang penting, tapi ada yang lebih penting dari itu semua dan lebih membutuhkan saya, yaitu keluarga.” Bayangkan saja, ketika kamu mendaki sudah sampai setengah jalan dan harus turun saat itu juga.

Film dokumenter ini hanya sekali diputar di Surabaya lhoo… Kebetulan hari pemutaran tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Usai pemutaran film, sebuah bendera merah putih dibentangkan ke seluruh ruangan dan kami yang hadir disitu membaca teks Sumpah Pemuda. Oiya, salah satu tim yang ikut di Ekspedisi 7 gunung, Mas Teguh, orang yang paling lucu selama melakukan perjalanan, turut hadir di akhir pemutaran film.

Satu kata untuk film ini, “Keren”

Dan ada satu quote yang saya ambil dari tim ekspedisi selama pendakian, yang  sangat bagus dan sarat makna :

“Hidup adalah perjalanan dari titik nol menuju puncak, lalu kembali lagi ke titik nol.”

(Anggita)

One Comment

Post Comment