BLUSUKAN

Surabaya Punya Kampung Ningrat

Love Suroboyo – Kampung tua Botoputih Surabaya yang berada di Jalan Pegirian, sebelah timur Kampung Ampel ini dulunya merupakan kampung hunian para ningrat. Disebut – sebut sebagai Kampung Ningrat karena keberadaannya sangat bersinggungan dengan sejarah Keraton Kerajaan Surabaya.

Di kampung inilah, terdapat Pesarean Sentono Botoputih kebanyakan yang dimakamkan di sini adalah para pemilik darah biru. Salah satunya adalah makam kuno para adipati yang pernah menjadi penguasa Surabaya tempoe doeloe. Salah satunya adalah makam Ki Ageng Brondong alias Pangeran Lanang Dangiran. Dalam catatan sejarah, ia disebut-sebut sebagai bupati pertama Surabaya yang bergelar kanjeng adipati.

Makam Pangeran Lanang Dangiran atau Kyai Ageng Brondong

Pangeran lanang alias Kiai Brondong merupakan putra Pangeran Kedhawung atau Sunan Tawangalun, seorang Raja Blambangan, Banyuwangi. Kiai Brondong mulai datang ke Botoputih sekitar tahun 1595, dikenal sebagai pendakwah yang menyebarkan agama Islam di Surabaya. Di tempat inilah Kiyai Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat karena keluhuran budinya  hingga wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan dimakamkan disini (Boto Putih).

Di tempat ini pula terdapat makam Kanjeng Jimat Djokomono alias Kanjeng Tjokronegoro II. Ia merupakan bupati kedua Sidoarjo. Kanjeng Tjokronegoro II dinilai sebagai pemimpin yang banyak berjasa dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Selain membangun Masjid Agung Sidoarjo, ia juga dikenal sukses membangun Kampung Magersari yang ada di sebalah barat Pendopo Sidoarjo.

Makam para ningrat di Botoputih

Selain itu, di kawasan makam Botoputih ini juga terdapat makam Sultan Banten yang terakhir, Makam Al Habib Syekh Bin Ahmad Bin Abdullah Bafaqih, hingga makam Bupati Surabaya Adipati Ario Tjokronegoro IV (1863-1901), sementara makam Bupati Surabaya yang pertama Raden Tumenggung Kromodjoyodirono I / dikenal Raden Bagus Glundung ada di pesarean Kromodjayan di Bibis Surabaya (belakang Masjid Nurul Islam) stasiun Semut, kelurahan Bongkaran. (Shandy-Anggita)

Sumber : ditulis ulang dari Surabaya in the Book, Pustaka Pejaten, Jawatimuran.net, arsip.gatra.com

Foto : Liputan LS

Update info terkini seputar Surabaya follow @lovesuroboyo. Update agenda komunitas Love Suroboyo follow @komunitaslovesuroboyo.

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.