SEJARAH LOVE SUROBOYO

Komunitas Love Suroboyo ini berdiri tahun 2016, dengan dipelopori oleh founder Love Suroboyo yaitu Sandi Setiawan. Berdirinya komunitas ini tidak secara langsung terbentuk, akan tetapi diawali dari twitter dan instagram yang accountnya Love Suroboyo. Founder Love Suroboyo sendiri sangat cinta akan kota Surabaya, hingga sampai account pribadinya ya Love Suroboyo tersebut. Berbagai macam informasi beliau upload untuk menunjukkan rasa kecintaan akan kota Surabaya. Hingga pada tahun 2016 bulan juli dengan follower instagram mencapai 36K, beliau berinisiatif untuk membuat suatu komunitas yang nantinya dapat memberikan sumbangsih sosial secara langsung maupun tidak langsung lewat karya kepada masyarakat.

Awal pertama pembentukan komunitas ini, diawali dengan rekrutmen di instagram yang telah dibuat oleh founder love suroboyo. Antusiasme masyarakat surabaya terutama generasi muda terlihat dengan jumlah pendaftar komunitas lebih dari 100. Akan tetapi, hanya diterima sejumlah 100 untuk memudahkan dalam pengelolaan komunitas. Sejumlah 100 orang tersebut terdiri dari berbagai profesi dan berbagai kalangan. Lambat laun keanggotaan komunitas semakin tertapa rapi dengan dibagi ke dalam sub divisi untuk lebih memaksimalkan komunitas ini.

Dalam beberapa bulan terbentuk sudah banyak kegiatan yang dilakukan mulai napak tilas dan pencarian makam di makam belanda peneleh, hingga bersih-bersih pantai di Kenjeran. Lambat laun anggota komunitas semakin berkurang karena kesibukan masing-masing dan terjadinya seleksi alam, sehingga jumlah anggota berkurang hingga separuh. Pengurus melihat komunitas punya potensi akan besar dikemudian harinya, kemudian di awal tahun mulai dibentuk dasar-dasar organisasi AD/ART dan rencana untuk menambah anggota untuk lebih maksimal dalam menajalankan kegiatan. Anggota bertambah sejumlah 75 orang dengan berbagai macam bakat dan minat.

Keorganisasian di rombak, yang mulanya dibentuk korwil (koordinator wilayah), dirubah menjadi divisi yang bisa langsung fokus pada bidang yang digeluti anggota. Semakin besarnya komunitas ini, diperlukan suatu naungan hukum supaya dapat menjalankan kegiatan dengan legal dan terarah. Oleh karena itu, pada bulan Mei tahun 2017, komunitas Love Suroboyo resmi terdaftar di Notaris dan Kementerian Hukum dan HAM. Tidak hanya itu saja, komunitas ini juga sudah terdaftar di institusi pemerintah kota lewat Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik). Komunitas Love Suroboyo terdaftar di Akta Notaris LUTFI AFANDI, S. H., M.Kn. dengan nomor 3 tertanggal 7 April 2017 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dengan NOMOR AHU-0006598.AH.01.07.TAHUN 2017.

Dengan adanya legalitas dari pemerintah pusat maupun daerah, diharapkan komunitas Love Suroboyo dapat menjadi trendcenter komunitas generasi muda yang cinta dan peduli kepada kotanya dan dapat berkontribusi lewat karya apa pun yang tidak bertentangan dengan agama dan hukum. Berbagai macam kegiatan telah di laksanakan dan kerja sama dengan berbagai pihak yaitu komunitas Bicara Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes Kota Surabaya, Pasar Induk Osowilangun, dan berbagai komunitas yang ada di Surabaya. Hanya satu yang dicita-citakan oleh komunitas Love Suroboyo yakni, “Kenali dan Peduli Kotamu” yang artinya membawa semangat kecintaan dan kepedulian terhadap kota Surabaya