SELAYANG PANDANG

Surabaya adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota yang dijuluki kota pahlawan ini menyimpan banyak sekali cerita perjuangan bangsa saat memukul mundur penjajah di masa lalu. Tak heran jika di setiap sudut kota Surabaya banyak berdiri bangunan maupun pemukiman peninggalansejarah yang bentuk arsitekturnya cukup unik. Sayangnya peninggalan sejarah itu seolah tertutup oleh hiruk pikuk kota sehingga banyak masyarakat bahkan warga Surabaya sendiri tidak mengetahui letak atau cerita di balik bangunan-bangunan dan pemukiman bersejarah tersebut.

Tidak semua orang tertarik mempelajari dan memahami sejarah oleh karena itu diperlukan cara yang unik dan menarik untuk bisa membangkitkan minat masyarakat khususnya generasi muda. Tidak hanya sejarah, tetapi sisi lain kota Surabaya sebagai kota metropolis dan satu satunya kota di dunia yang mendapat julukan kota Pahlawan, harus benar-benar dikenali dan peduli terhadap apa saja yang ada di kota Surabaya ini.

Oleh karena itu, keberadaan komunitas ini ditujukan salah satunya adalah seperti itu untuk menampung dan memberikan wadah positif bagi generasi muda di surabaya. Sehingga, generasi muda di surabaya akan lebih mencintai kotanya dan juga ikut turut serta menjaga dari segala aspek.

Komunitas ini awalnya berdiri tahun 2016, dengan dipelopori oleh founder Love Suroboyo yaitu Sandi Setiawan. Berdirinya komunitas ini tidak secara langsung terbentuk, akan tetapi diawali dari twitter dan instagram yang accountnya Love Suroboyo. Founder Love Suroboyo sendiri sangat cinta akan kota Surabaya, hingga sampai account pribadinya ya Love Suroboyo tersebut.

Berbagai macam informasi beliau upload untuk menunjukkan rasa kecintaan akan kota Surabaya. Hingga pada tahun 2016 bulan juli dengan follower instagram mencapai 36K, beliau berinisiatif untuk membuat suatu komunitas yang nantinya dapat memberikan sumbangsih sosial secara langsung maupun tidak langsung lewat karya kepada masyarakat.

Awal pertama pembentukan komunitas ini, diawali dengan rekrutmen di instagram yang telah dibuat oleh founder love suroboyo. Antusiasme masyarakat surabaya terutama generasi muda terlihat dengan jumlah pendaftar komunitas lebih dari 100. Akan tetapi, hanya diterima sejumlah 100 untuk memudahkan dalam pengelolaan komunitas. Sejumlah 100 orang tersebut terdiri dari berbagai profesi dan berbagai kalangan.

Lambat laun keanggotaan komunitas semakin tertapa rapi dengan dibagi ke dalam sub divisi untuk lebih memaksimalkan komunitas ini. Dalam beberapa bulan terbentuk sudah banyak kegiatan yang dilakukan mulai napak tilas dan pencarian makam di makam belanda peneleh, hingga bersih-bersih pantai di Kenjeran. Semakin besarnya komunitas ini, diperlukan suatu naungan hukum supaya dapat menjalankan kegiatan dengan legal dan terarah. Oleh karena itu, pada bulan Mei tahun 2017, komunitas Love Suroboyo resmi terdaftar di Notaris dan Kementerian Hukum dan HAM.

Tidak hanya itu saja, komunitas ini juga sudah terdaftar di institusi pemerintah kota lewat Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik).

Harapannya, komunitas ini jadi trendcenter generasi muda yang cinta dan peduli kepada kotanya dan dapat berkontribusi lewat karya apa pun yang tidak bertentangan dengan agama dan hukum.