KARYA

Aksara Untuk Teroris

Love Suroboyo – Aksi terorisme yang mengguncang kota Surabaya mengakibatkan banyak pihak mengekspresikan rasa marah sekaligus kesal kepada para pelaku dengan munculnya tagar #terorisjancok di kalangan arek – arek Suroboyo. Selain itu para penggiat literasi di komunitas Love Suroboyo pun langsung turun tangan dalam rangkaian kata, sebagai bentuk solidaritas sederhana untuk para korban bom di surabaya. Berikut beberapa bentuk ungkapan lewat sebuah aksara yang dirangkai dengan sederhana namun penuh dengan makna.

1. Surat Terbuka

SURAT TERBUKA UNTUK TUAN TERORIS DI MANAPUN KALIAN BERADA

Maaf tak mengucap salam, karena aku tidak tahu apa agamamu dan apa yang kau percayai.

Kitab apa yang kau baca hingga kau merasa paling benar, Kitab mana yang mengajarkan membunuh orang diluar peperangan..?

Pemimpin mana yang kau ikuti hingga langkah yang kau ambil melampaui ajaran para Nabi..?

Ibu mana yang melahirkanmu hingga Mati Rasa Belas Kasihmu..?

Ayah mana yang membimbingmu sehingga Rasa Ketakutan yang kau ciptakan dalam aksimu..?

Makanan apa yang mengalir ketubuhmu sehingga kau merasa terpilih sebagai Mesin Pencabut Nyawa.

Pakaian apa yang kaupakai hingga kau merasa Gagah, tak tersentuh Neraka

Kalau kau pikir tindakanmu akan mencapai mimpimu, kupastikan jauh dari itu … tumpuan kebencian terarah pada kelompokmu.

Bagaimana mimpimu membangun peradaban tanpa ada simpati dari manusia..?

Alih-alih menegakkan kebenaran…yang lahir justru Antipati…Ketakutan…makin lama generasi ini makin jauh dari agama…takut dengan agama…saat itu tiba, kau ikut bertanggungjawab meng-atheis-kan dunia ini..!!!

Pastinya kau bukan representasi Islam, pastinya juga bukan representasi Nasrani, Hindu atau Budha, yaitu agama yang kutahu mengajarkan Cinta Kasih sesama manusia, Kelembutan dan Kesabaran.

Sembah pada Tuhan seharusnya menghindarkan perbuatan Keji dan Munkar.

(Ditulis ulang oleh Bunda Tri dari Chris John)

2. Flash Fiction

KAMULAH IBLISNYA

Senyum itu tampak menyeringai dari kejauhan. Senyum puas yang terkembang, melihat puluhan tubuh roboh bersamaan dengan bunyi ledakan beserta jerit pilu dan air mata. Tawa kemenangan membuatnya terkekeh tanpa henti.

“Kau senang melihat mereka berjatuhan seperti itu?” Tanya sebuah suara berat yang tiba – tiba menyapa.

Dia kaget bukan main melihat sosok bertanduk dengan seringai yang menyeramkan tiba – tiba ada di sebelahnya. “S-ss-siapa kamu?”

“Aku? Aku iblis. Aku temanmu. Kenapa kamu takut seperti itu?” Sosok bersuara berat itu terkekeh melihat sosok di hadapannya bingung.

Dia hanya tersenyum sinis sambil mengatakan, “aku bukan teman makhluk hina sepertimu.”

Sosok Iblis itu malah tertawa keras, “mau kutunjukkan sesuatu yang menarik?”

“Jangan main – main denganku. Makhluk sepertimu tak pantas dipercaya.”

Sang Iblis tertawa makin keras sambil menghadapkan sebuah cermin kepada sosok di hadapannya, “lihat baik – baik siapa dirimu?”

Makhluk yang sedang bercermin itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuhnya berubah menjadi makhluk menyeramkan dengan satu tanduk hitam di kepala. Dilihatnya berkali – kali tangan dan kaki yang sudah tak tampak lagi seperti manusia.

“Kamulah iblisnya,” sang Iblis berbisik pelan di dekat telinga makhluk mirip iblis itu,”apa hakmu menghabisi nyawa manusia? Kamu bukan Tuhan, sadarlah.

(Anggita)

3. Senandika

MATI SAJA KAU SENDIRI

Lebih baik kau bunuh diri saja di tanah Palestina. Karena mereka lebih membutuhkan. Matilah saja kau di tempat yang lebih berfaedah. Agar kematianmu juga berfaedah, tak menyisakan luka bagi orang yang tak berdosa. Matilah saja kau sendirian. Jangan kau korbankan orang yang tak paham cara berpikirmu untuk ikut mati tanpa berkata apa – apa. Matilah saja kau sendirian. Bersama keyakinan yang kau pegang kuat. Jangan paksa orang lain untuk mati tanpa sempat mengucap salam perpisahan. Kalau menurutmu cara itu bisa mencapai tempat terindah di sisi Tuhan. Lalu, pernahkah kau berpikir bahwa Tuhan akan menerimamu begitu saja tanpa melalui pengadilan-Nya?

(Um – Anita)

#savesurabaya #prayforsurabaya #wanilawanteroris #terorisjancok

 

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.