PERSEBAYA

Ber-Nazar Positif untuk Semangat Positif

Love Suroboyo – Pentas Piala AFF kelompok usia baik U19 maupun U16 usai digelar di Sidoarjo. Hasilnya kita ketahui bersama bahwa timnas U19 berhasil meraih juara ke 3. Sementara itu timnas U16 malah berhasil melebihi ekspektasi para penggemar sepakbola di Indonesia dengan meraih gelar juara.

Namun, bukan itu yang akan di bahas. Perhatian sang penulis justru terletak pada nazar unik para pendukung sepakbola Indonesia yang sempat tertangkap oleh kamera.

Berbagai nazar umum yang sering dijumpai adalah Indonesia Juara, Aku Rabi. Namun,ada juga yang mengatakan Indonesia Juara, Aku Pegatan atau Indonesia Juara Aku Sunat Maneh.

Nazar negatif

Sebagai mana diketahui Nazar itu tidak ubahnya janji kita terhadap diri sendiri bila suatu tujuan yang hendak dicapai tersebut di kemudian hari bisa tercapai. Biar bagaimana pun bila kita berbicara janji maka harus ditepati. Janji itu ibarat hutang yang harus dibayar.

Memang tidak ada konsekuensi secara langsung akibat nazar yang telah terucap dikemudian hari jika tidak dilaksanakan. Namun seperti penulis bilang sebelumnya, Nazar ibaratnya adalah janji kepada diri kita sendiri. Jika kita janji terhadap diri kita sendiri berarti secara tak langsung kita janji terhadap hati kecil kita sendiri.

Euforia nazar di kalangan netizen penggemar sepak bola

Jika kita tidak menepati janji terhadap diri sendiri berarti ada kemungkinan janji yang kita ucapkan terhadap orang lain cenderung tidak akan ditepati.

Oleh karena itu, bila bernazar akan sesuatu hal, berusahalah mengucapkan sesuatu yang positif, setidaknya bagi diri kita sendiri.

Bila kita me-niatkan sesuatu hal yang positif bagi diri kita sendiri, maka setidaknya hasil yang ditimbulkan membawa dampak positif bagi diri kita sendiri. (Yosia)

Sumber Foto : @instagram

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.