PERSEBAYA

Bonek : Antara Suporter dan Konsumen

Love Suroboyo – Seperti yang kita ketahui bersama bahwa harga tiket untuk menyaksikan sebuah pertandingan persebaya beranjak naik. Pada saat liga 2 harga tiket untuk kelas fans dibanderol 35rb, beranjak naik ke angka 40rb saat piala presiden dan sekarang merangkak ke harga 50rb pada saat #blessinggame

Semua pun sepakat bahwa jika mendukung team kesayangannya itu jika berdasar cinta apapun akan dilakukan termasuk membeli tiket yang mungkin harganya akan semakin naik. Namun di satu sisi naiknya harga tiket tersebut menimbulkan pertanyaan, sebenarnya bonek itu dianggap apa sih oleh manajemen ? SUPORTER atau KONSUMEN ?

Mari kita kupas pengertiannya

Suporter berasal dari bahasa inggris dari kata kerja dengan akhiran er yang mempunyai arti mendukung sedangkan er menunjukan perilaku aktif. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia mempunyai arti orang orang yang memberikan dukungan dalam berbagai bentuk dan situasi.Sedangkan konsumen sendiri berarti setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia di dalam masyarakat baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun orang lain. Merujuk pada pengertian itu konsumen tentu mempunyai hak hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Kembali ke Bonek, seperti yang sudah kita ketahui, bonek merupakan suporter. Bahkan mungkin paling setia menurut pandangan saya. Di saat PSSI berusaha menyuntik mati Persebaya selama 5 tahun, Bonek dengan setia mensupport team di situasi sulit tersebut. Ini menunjukkan bahwa bonek sudah memenuhi kriteria sebagai apa yg disebut suporter. Sedangkan posisi Bonek sebagai konsumen bisa dipahami sebagai salah satu bentuk dukungan rasa cinta mereka berupa materi kepada team kesayangannya contoh membeli merchandise klub di toko resmi atau membeli tiket pertandingan yang mulai merangkak naik

Posisi Bonek sebagai konsumen tentu harus diimbangi dengan hak hak yang seharusnya diberikan oleh penyedia jasa atau barang. Tetapi sekali lagi sangat disayangkan kenaikan harga tiket ini tidak diimbangi oleh perbaikan fasilitas yang ada di stadion. contoh paling gampang adalah akses jalan yang seadanya atau fasilitas toilet yang masih seadanya bahkan cenderung buruk jika di kelas Fans.

Sebenarnya Bonek sendiri tidak mempermasalahkan kenaikan harga tersebut. Saya paham benar mereka sekarang berteriak bukan karena tidak mampu untuk membeli tiket namun lebih ke apa yang mereka akan dapatkan ketika berada di dalam stadion. Bonek sekarang beda dengan yang dahulu. mereka memang suporter namun ketika mereka diposisikan sebagai konsumen oleh manajemen,dan hak hak sebagai konsumen tidak dipenuhi maka mereka tidak segan untuk berteriak

Bonek sekarang jauh lebih pintar. Men SUPPORT team kebanggaan juga butuh KENYAMANAN atas fasilitas di dalam stadion. (Yosia)

Foto by @yosiareborn

Update berita terkini seputar Surabaya follow ig @lovesuroboyo

Update agenda komunitas Love Suroboyo follow ig @komunitaslovesuroboyo

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.