LS NEWS UPDATE

Ganasnya Ombak tak Ciutkan Nyali Peserta Sholawat Burdah

Love Suroboyo – Warga kampung nelayan Bulak Cumpat Nambangan punya tradisi unik di tiap tahun menjelang Ramadhan, yaitu Sholawat Burdah di atas laut menggunakan kapal nelayan. Pada hari Jum’at (11/5), setidaknya ada 50 kapal nelayan berisi kurang lebih 10 orang di tiap kapal yang mengumandangkan sholawat di atas laut lepas.

Peserta sholawat Burdah mulai berangkat mengarungi laut lepas

Diawali dengan rute dari Benteng Kedung Cowek, peserta sholawat Burdah mulai berangkat. Lantunan sholawat Burdah masih gagah mengudara di atas laut lepas. Senja pun mulai mewarnai langit Surabaya kala itu. Tak lama kemudian, hembusan angin yang datang dengan lantang, membuat beberapa kapal berguncang, beberapa penumpang pun berteriak kencang. Ombak semakin kuat menyapu, hampir membalikkan salah satu kapal berbahan fiber yang digunakan oleh awak media. Untung saja ada kapal nelayan yang disediakan untuk evakuasi beberapa penumpang, sekedar mengurangi beban di kapal berbahan fiber tersebut.

Proses evakuasi kapal yang hampir terbalik

Usai insiden kecil tersebut, para peserta beserta media kembali melanjutkan perjalanan melewati Jembatan Suroboyo. Sebuah insiden yang cukup menyiratkan sebuah cerita bagaimana teror yang sering dihadapi oleh para nelayan ketika berhadapan dengan laut lepas. Laut yang bisa mendamaikan, namun bisa juga menebarkan bahasa resahnya melalui geliat ombak.

Perjalanan masih berlanjut hingga hampir sampai ke titik akhir perjalanan, yaitu kampung nelayan warna – warni. Gema semangat peserta yang melantunkan sholawat burdah masih terdengar jelas dan tegas, layaknya garis horizon yang membatasi birunya langit dan birunya laut. Semangat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini.

Senja yang mendampingi akhir perjalanan

Dan perjalanan sore itu ditutup dengan pemandangan matahari terbenam di laut dengan semburat merah dan jingga yang riuh mewarnai langit di atas laut. Sebuah tarian warna dalam langit senja, yang selalu mengingatkan bahwa akan ada akhir yang indah dalam setiap kisah manusia, setelah melalui banyak sekali kepahitan dalam hidup ini. (Anggita)

Foto dan liputan by @bunda­_tri976, @dillahsahil, @rachmadjuliantono dan @abid_aboned

Update info seputar Surabaya follow ig @lovesuroboyo dan update agenda komunitas follow ig @komunitaslovesuroboyo

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.