LS NEWS UPDATE

Irfan Jaya “From Nobody to Somebody”

Irfan Jaya,saat ini begitu mendengarkan nama itu disebutkan, ingatan pecinta sepakbola nasional pasti tertuju pada sosok mungil,lincah dan terkenal akan tusukan nya yang tajam di Persebaya Surabaya pada liga 2 musim lalu.

Pada musim lalu,Irfan Jaya meraih penghargaan cukup luar biasa dari PT Liga atas prestasinya membawa Persebaya ke Liga 2. Penampilan cemerlangnya dengan mencetak 11 gol mengantarkan dia meraih gelar pemain terbaik liga 2 musim 2017.

Namun siapa sangka, sebelum manjadi seperti sekarang, kehidupan Irfan Jaya sangat bertolak belakang dengan saat ini.

Lahir di Bantaeng pada tanggal 1 mei 1996, keadaan keluarga Irfan Jaya boleh dibilang tidak berkecukupan. Daerah Bantaeng sendiri merupakan salah satu desa tertinggal yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Jadi bisa dibayangkan kehidupan masyarakat Bantaeng sendiri seperti apa.

Irfan Jaya waktu kecil seperti pada anak anak seumurnya bercita cita sebagai polisi. Namun melihat tinggi badannya yang tidak mencukupi syarat, Irfan Jaya cilik mengurungkan niatnya.

Kecintaan terhadap sepakbola dimulai ketika Irfan Jaya dibelikan sepatu seharga 23ribu oleh kakaknya. Sepatu itulah yang akhirnya membuat Irfan Jaya cilik terus mengasah bakat terpendamnya.

Bakatnya pun akhirnya tercium oleh salah satu klub di Indonesia untuk mengikuti kompetisi U-21 TSC 2016. Dengan bakatnya yang luar biasa dan daya magisnya dengan mencetak gol dari posisi sulit, Irfan Jaya pun akhirnya keluar sebagai top skor dengan raihan 14 gol.

Kedekatanya dengan coach Iwan Setiawan, yang waktu itu menjabat sebagai pelatih Persebaya, membawanya ke Persebaya Surabaya.

Di Persebaya Surabaya Irfan terus menunjukan daya magisnya dengan torehan 11 golnya selama liga 2 2017 dan membawa Persebaya Surabaya menjadi kampiun Liga 2 2017.

Di tahun 2018, Keberhasilan membawa Persebaya menjadi kampiun liga 2 membuat coach Luis Milla tertarik menyertakannya ke dalam TC timnas U23 yang akan dipersiapkan ke Asian Games 2018. Bersama Osvaldo Haay, mereka berdua menjadi wakil dari Persebaya Surabaya di timnas U23.

Memang kontribusinya di Persebaya musim ini sedikit menurun dengan hanya kontribusi 5 gol saja, namun itu selaras dengan waktu panjang yang dia korbankan demi mengikuti TC timnas U23.

Pengorbanan dia sekarang seakan menjumpai hasilnya. Selama Babak penyisihan Asian Games 2018, irfan jaya berhasil mencetak 2 gol. Sama seperti sebelumnya, gol yang dicetak oleh Irfan Jaya di timnas sesuai dengan ciri khasnya selama ini yaitu lari yang cepat dan mencetak gol dari posisi sulit.

Dua gol yang lahir selama Asian Games 2018 unik menurut penulis. Dua Gol yang di cetak merupakan gol penyeimbang. Pertama saat melawan Palestina meski pada akhirnya Indonesia kalah 1-2 dan pada saat melawan Hongkong saat Indonesia akhirnya berhasil membalik ketertinggalan 0-1 menjadi 3-1.

Kini Daya magis Irfan Jaya diharapkan kembali ada saat melawan Uni Emirat Arab pada Jumat mendatang ( 24/08 ) guna membawa timnas U23 melaju ke babak selanjutnya di Asian Games 2018.

Berita disarikan dari Jawapos dan persebaya.id

Foto by antara.com

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.