LS NEWS UPDATE

Merasakan Gejala Mirip Virus Corona? Jangan Panik Dulu, Bisa Jadi Itu Gejala Psikosomatik

#corona virus


Meningkatnya jumlah kasus terkait Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona, membuat berbagai media gencar memberitakan hal tersebut. Meskipun pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing guna memperlambat penyebaran virus Corona. Namun, paparan informasi yang terus menerus bermunculan dapat membuat seseorang menjadi cemas dan tertekan. Rasa cemas dan tertekan yang berlebihan ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami “trauma psikosomatik”. Lalu, apa sih istilah psikosomatik?

Mengenal Psikosomatik

#mengenalgejalapsikosomatik
dok foto : freepik

Pada umumnya psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran mempengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik tanpa adanya penyakit. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya rasa khawatir atau cemas berlebihan akibat menerima suatu informasi secara terus menerus.

Menurut penelitian, gejala psikosomatik dapat terjadi karena ketidakstabilan sistem saraf otonom di mana sistem saraf simpatis dan saraf parasimpatis menjadi tidak seimbang. Hal ini disebabkan oleh faktor stress berlebihan yang pada akhirnya tidak mampu diadaptasi tubuh dengan baik. Dalam kondisi saat ini, ketika seseorang menerima informasi terkait virus Corona secara terus menerus dapat menyebabkan tubuh menciptakan gejala mirip virus tersebut. Akibatnya, seseorang akan berpikir bahwa dirinya telah terinfeksi virus Corona, meskipun sedang melakukan social distancing.

Dikutip dari penelitian yang berjudul Psychological Predictors of Anxiety in Response to the H1N1 (Swine Flu), ada hubungan antara pandemi suatu penyakit dengan psikosomatik. Pada situasi seperti ini, orang sehat dapat salah mengartikan sensasi tubuh mereka menjadi mirip gejala virus Corona, seperti sesak nafas, flu, batuk, demam, hingga tubuh yang lemas. Lalu, bagaimana sih cara mengatasi kondisi seperti ini?

Yuk simak beberapa tips untuk mengatasi gejala psikosomatik akibat rasa cemas yang berlebihan.


Cari sumber informasi terpercaya

dok foto : freepik.com

Perlu berhati hati dalam menerima informasi tentang covid-19 atau virus Corona. Sebab, terkadang informasi yang diterima bisa saja hoaks dan malah memperparah keadaan sehingga dapat membuat lebih cemas dan stress. Hal ini dapat diatasi dengan mencari informasi dari sumber yang terpercaya, misalnya media yang berlembaga seperti situs WHO, Detik.com, CNN Indonesia, Kompas, ataupun media Love Suroboyo.


Hindari berita atau info yang memperburuk keadaan

dok foto : freepik.com


Alangkah baiknya, beristirahat sejenak dari kondisi terkini tentang covid-19. Contohnya, berhenti mengikuti akun-akun informatif di instagram dan menggantinya dengan akun humor. Langkah ini perlahan akan menghilangkan rasa cemas berlebihan terhadap wabah Covid-19.

Sibukkan diri dengan melakukan hal berbeda

dok foto : freepik.com


Menghilangkan rasa cemas berlebihan dapat dimulai dengan melakukan hal yang berbeda dari biasanya, seperti membuat video tiktok bagaikan langit di sore hari, membuat konten yang menarik, belajar memasak atau bisa juga mengikuti giveaway voucher menginap di hotel yang diadakan oleh Love Suroboyo dengan membuat video kreatif #dirumahaja. Cara-cara tersebut dinilai ampuh untuk mengalihkan perhatian dari Covid-19.

Berkomunikasi dengan orang-orang terdekat

dok foto : freepik.com


Imbauan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah guna menghentikan penyebaran covid-19 dapat memunculkan rasa bosan, kesepian hingga stress. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah tetap berkomunikasi dengan orang-orang terdekat melalui video call ataupun telepon. Selain menjaga hubungan baik, berkomunikasi dengan orang terdekat dapat menjaga mental tetap sehat.

Menjaga pola hidup sehat dan tetap berpikir positif

dok foto : freepik.com


Hal terakhir yang bisa dilakukan agar lebih tenang adalah menjaga pola hidup sehat dan pikiran yang positif. Caranya, bisa dimulai dengan makan makanan yang bergizi, banyak minum air putih, berolahraga di dalam rumah, istirahat cukup, dan sering mencuci tangan. Selain fisik yang sehat, pikiran juga harus tetap positif. Cara menjaganya bisa dengan mengikuti akun-akun psikologi yang ada di Instagram seperti riliv dan lainnya.

Nah, itu tadi penjelasan tentang psikosomatik dan cara mengatasinya. So gimana nih LS lovers? Jika informasi ini bermanfaat, ada baiknya LS lovers membagikannya pada orang lain agar mereka terhindar dari trauma psikosomatik. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan rezeki di tengah pandemi covid-19 ini.

Sumber : www.sehatq.com

Penulis & editor by tim content writer Komunitas Love Suroboyo

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.