BLUSUKAN

Pura Segara Kenjeran : Surabaya Rasa Bali

Surabaya – Kota Surabaya cenderung dikenal sebagai kota Pahlawan yang sarat dengan sejarah pertempuran 10 November serta sejarah pertempuran nekat arek – arek Suroboyo selama memperjuangkan hingga mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain dikenal sebagai kota Pahlawan, kota ini ternyata juga menyimpan pesona budaya multikultural, salah satunya adalah kultur budaya umat Hindu yang bisa dilihat ada di Pura Segara Kenjeran. Pura yang terletak di Komplek TNI AL, Kenjeran, Surabaya tersebut, memiliki nuansa Bali yang sangat kental. Anda akan merasa berada di luar Surabaya ketika memasuki Pura tersebut.

Saat memasuki Pura, telinga anda akan dimanjakan dengan bunyi musik gamelan khas Bali yang menenangkan jiwa. Di dalam kompleks Pura segara terdapat beberapa bangunan yang memiliki nama sendiri, seperti Bale Pawedan yang merupakan tempat Pedanda, Balai Pesantian, Balai Penyimpanan yang merupakan tempat penyimpanan 9 senjata dari penjuru mata angin, Bale Kulkul berisi kentongan untuk mendatangkan umat.

Bale Pawedan (Photo by Anton)
Bale Penyimpanan (Photo by Anggita)
Bale Kulkul (Photo by Anggita)

Sempat melakukan wawancara singkat dengan salah satu Pemangku di Pura Segara, salah satu upacara keagamaan yang rutin dilakukan oleh umat Hindu di Surabaya adalah Melasti dan Ogoh – Ogoh. Secara singkat, Ogoh – ogoh berupa pawai mulai dari Pura Segara dengan membawa patung – patung besar Raksasa yang kemudian diputar – putar di pertigaan atau perempatan sambil menggelar ritual. Umat Hindu memiliki kepercayaan bahwa pertigaan atau perempatan jalan adalah tempat – tempat yang disukai makhluk jahat sehingga perlu adanya ritual untuk menghindari celaka.

Wawancara dengan salah satu Pemangku di Pura Segara (Photo by Ucik)
Ritual di pertigaan Jembatan Surabaya (Photo by Anggita)
Ogoh – Ogoh (Photo by Anggita)

Sedangkan Melasti merupakan upacara penyucian. 9 senjata dari seluruh penjuru mata angin yang disimpan di Bale Penyimpanan harus disucikan di Laut Arafuru, Komplek TNI AL, Kenjeran.

Photo by Muchlis
Upacara Melasti (Photo by Muchlis)

Bagaimana, seru sekali bukan, bisa mengerti budaya umat Hindu tanpa harus jauh – jauh pergi ke Bali. Apa salahnya mengenali kota sendiri, sebelum melanglang buana ke kota – kota lain. Surabaya juga punya cerita sendiri sebagai kota metropolis yang multikultural. (Anggita)

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.