LS NEWS UPDATE

Ribuan Warga Memadati Jalan untuk Menyambut Parade Budaya dan Bunga

Warga memadati sepanjang jalan rute Parade Budaya dan Bunga. dok foto LS by : Faizal

Love Suroboyo ~ Menyambut hari jadi Surabaya yang ke 726, Pemkot Surabaya mengadakan pagelaran Surabaya Vaganza pada Minggu (24/03/2019). Pagelaran Surabaya Vaganza Parade Budaya dan Bunga ini disambut antusias oleh warga, tak heran meskipun cuaca mendung disertai gerimis tak menurunkan semangat warga untuk datang dan memadati spot-spot yang akan dilewati parade ini.

Surabaya Vaganza tahun ini mengusung tema “Puspawarni”. Tema ini merupakan penggabungan dari dua kata, yaitu “puspa” dan “warni” berarti corak atau rupa yang beraneka ragam, Jadi Puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam. Untuk rute  peserta parade dimulai dari Jalan Pahlawan, Keramat Gantung, Tunjungan, Gubernur Suryo, Panglima Sudirman, Urip Sumoharjo, Raya Darmo dan finish di SMAK Santa Maria.

salah satu peserta dari SMP negeri 25 mengenakan pakaian yang memiliki corak dan rupa beraneka ragam. dok foto LS by Imam Ma’ruf

Ada yang special dari moment parade kali ini , pasalnya pagelaran ini diramaikan 41 mobil hias, 32 parade Budaya, dan 5 parade Drum Band, hingga hadirnya belasan walikota peserta APEKSI yang diarak Jeep hias beserta para peserta parade.

Peserta yang memeriahkan parade Budaya dan Bunga ini berasal dari beberapa komunitas, perusahaan, sekolah, serta kepolisian, diantaranya : Komunitas Tionghoa, Reog, Politeknik Pelayaran, SMA Muhammadyah, dll.

dok foto by LS

Pagelaran Surabaya Vaganza dimulai pukul 08.00 Wib dan dibuka oleh sambutan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

 “ Perayaan ini biasanya dilakukan pada Mei, waktu Ulang Tahun Kota Surabaya. Usia Surabaya sekarang sudah 726,  sudah dewasa dan tua, karena itu seluruh warga kota saya menyampaikan ayo tidak boleh lagi malas, kita harus kerja keras,” ujar Wali Kota Tri Rismaharini saat membuka acara di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (24/03/2019).

Risma juga berpesan kepada masyarakat Surabaya agar turut meneladani semangat juang para pahlawan. Risma bercerita bahwa pahlawan pada zaman dulu hanya bersenjatakan alat seadanya untuk meraih kemerdekaan. Untuk itu, masyarakat masa kini yang dimudahkan dengan fasilitas canggih harus bisa menjadi lebih baik. Risma meminta agar masyarakat membuang jauh kata menyerah.

“Tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa. Para pendahulu kita, pejuang sudah membuktikan dengan seluruh keterbatasannya kita bisa berjuang dan meraih kemerdekaan pada 10 November,” pesan Risma dikutip dari detik.com saat membuka acara pelepasan parade bunga.

dok foto by LS

Setelah selesai memberikan sambutan, akhirnya para peserta parade bunga dilepas, puluhan warna warni mobil hias serta berbagai atraksi peserta menghiasi sepanjang jalan Surabaya, Wagra yang hadir pun menyambut dengan teriakan, ada juga yang mengabadikan moment dengan foto maupun video. (Dedy Ayub)          

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.