INSPIRASI

Sukses di Era Milenial ala Irsyad “Founder Lazday”

Memasuki usia 20an adalah usia dimana seseorang harus menentukan jalan hidupnya. Tak heran banyak diantara mereka yang merasa bingung, tersesat, bahkan beberapa dari mereka sampai stress hingga depresi. Mungkin kisah dari Muhammad Irsyad bisa menjadi acuan atau inspirasi bagi kalian yang saat ini merasa sedang bingung mencari jati diri.

Buat yang belum kenal, Muhammad Irsyad adalah salah satu founder di Lazday Indonesia start up berbasis Android Developer, ia menjadi CEO sekaligus founder di usianya yang masih muda yaitu 25 tahun. Di awal karirnya, Irsyad mengaku sempat kebingungan dan tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menjadi programmer, bahkan dulu ia mengaku bercita-cita menjadi penulis, guru, atau menteri pendidikan.

“Saya lulus SMA pada tahun 2010, sempat kerja dulu 2 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk berkuliah pada tahun 2012. Saat mendaftar kuliah, saya sempat ditanya oleh pihak kampus “Mau ambil jurusan apa?,” ujar salah satu pihak kampus. Karena saya ingin menjadi penulis, maka saya ingin mengambil jurusan Jurnalis, akan tetapi saya masih ragu tentang materi apa saja yang nanti saya dapat ketika memilih jurusan itu. Saya mencoba berdiskusi menanyakan tentang jurusan yang saya pilih kepada pihak kampus, pihak kampus waktu itu mengatakan bahwa untuk menjadi jurnalis, setidaknya saya harus punya kamera untuk liputan. Mendengar hal itu saya mengurungkan minat untuk menjadi jurnalis karena tidak punya uang untuk membeli kamera. Akhirnya setelah beberapa pertimbangan saya memilih mengambil jurusan Teknik Informatika,” Ujar Irsyad kepada penulis.

Irsyad juga mengatakan bahwa untuk menemukan pasion terkadang kita harus berani melangkah, mencoba hal baru, dan siap menerima berbagai tantangan.

“Saya dulu pernah mengikuti beberapa kursus seperti kursus desain, dan kursus melalui online lainnya, sebelum akhirnya saya menemukan pasion saya di bidang programmer. Menjadi seorang programmer berarti saya harus mencintai komputer serta terus belajar hal-hal baru, sebab teknologi cepat sekali berkembang, maka dari itu kita harus selalu siap dengan berkembangan dan perubahan teknologi tersebut. Sebagai contoh kita bisa lihat tentang perkembangan system operasi Android mulai dari Android Jellybean, Kitkat, Lollipop, Marshmallow, Nougat, Oreo, dan terakhir Pie,” tambahnya.

Sewaktu kuliah Irsyad lebih suka berorganisasi mengasah skill dan menambah relasi baru, ketimbang harus stay di kampus hanya untuk mengikuti pelajaran akademik lalu pulang. Aktif berorganisasi di kampus dan luar kampus membuat Irsyad mendapatkan banyak ilmu baru, terbukti beberapa kali Irsyad pernah menjadi asisten dosen dan pembicara di acara yang diadakan oleh kampus.

Pada tahun 2016, Irsyad memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya dan memilih fokus mengembangkan start up miliknya sendiri dengan memberikan kursus privat pemrograman Android secara remot. Beberapa bulan kemudian Irsyad merubah metode kursusnya melalui remot menjadi DVD video tutorial yang kemudian dijual secara online.

“Saya resign sebagai programmer dari kantor pada akhir 2016, dan memilih mengembangkan bisnis saya sendiri, sebab saya terinspirasi dari kakak-kakak saya yang seorang entrepreneur. Selain itu, motivasi utama saya memilih menjadi entrepreneur adalah saya lebih bebas berekspresi, serta tidak ada batasan untuk membuat konten. Menjadi programmer adalah media perantara, sebab diluar sana banyak orang-orang yang lebih cerdas, lebih ahli dalam mengcoding atau membuat aplikasi, tetapi mereka hanyalah karyawan yang bekerja di balik layar.  Itulah yang membuat saya berani untuk mengambil langkah. Karena berawal dari langkah kecil jika kita konsisten akan membuat sesuatu yang besar,” kata Irsyad.

Bekerja di industry kreatif seperti start up, berarti harus siap dengan segala inovasi dan tantangan baru. Selain memberikan kursus secara online, Irsyad juga aktif mengisi workshop. Kini Irsyad telah berhasil mengembangkan metode kursus dari penjualan DVD secara online menjadi bootcamp (kursus kelas online dengan forum diskusi), Irsyad juga mendirikan komunitas Android Developer Surabaya yang sudah memiliki anggota ratusan orang.

Irsyad berpesan kepada generasi milenial yang akan memasuki dunia  kerja untuk terus berusaha, belajar kreatif dan jangan takut mencoba hal baru.

“Jangan malas belajar, teruslah melakukan riset, sekarang sudah ada internet yang memudahkan kita mencari Informasi. Coba lihat lowongan-lowongan kerja saat ini, kebanyakan yang dibutuhkan adalah bidang IT dan juga bidang kreatif, dan nantinya lowongan kerja akan dihabiskan oleh konten konten kreatif, sebagai contoh cobalah kalian lihat antrian-antrian orang mencari pekerja di pabrik yang jumlahnya hingga ribuan, dan jika kalian malas belajar maka nasib kalian akan seperti mereka. Kalian akan mengantri menunggu panggilan, belum lagi nanti menunggu kepastian apakah nanti diperpanjang kontrak atau tidak. Jadi jika kalian tidak mau antri atau tidak mau digantung apakah nanti diperpanjang kontrak atau tidak, maka belajarlah bidang kreatif, di industri kreatif kuncinya adalah seberapa kreatif kalian, jika kalian semakin kreatif maka kalian akan terus dipakai, bahkan sebaliknya,” pesan Irsyad kepada generasi millenial yang akan bekerja memasuki industry 4.0. (Dedy Ayub)

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.