LS NEWS UPDATE

Suroboyo Petheng, Aksi Nyata Connect to Earth

Love Suroboyo—Earth Hour Surabaya membuat Suroboyo Petheng (gelap) selama satu jam sejak pukul 20.30 WIB di Perpustakaan Bank Indonesia (24/3). Aksi Switch Off 60+ ini mengajak masyarakat Surabaya menuju gaya hidup yang lebih baik dan ramah lingkungan. Aksi ini disesuaikan dengan momen bumi yang sedang berstatus hangat karena momen peralihan musim.

Sweet talk dengan duta Earth Hour
Wujud aksi Switch Off lampu, diganti dengan liin yang membentuk angka 60

Aksi Switch Off 60+ dikemas secara menarik dengan melibatkan duta Earth Hour (EH), performansi dari beberapa komunitas seni di Surabaya, dan instalasi api yang membentuk angka 60+. Simbol 60+ ini dimaksudkan aksi tidak cukup mematikan lampu selama satu jam, tetapi ada plus-nya. Banyak hal lain yang bisa dilakukan sehari-hari, seperti membawa tumbler, totebag, bersepeda, naik angkutan umum, atau lainnya.

“Secara global EH Indonesia sudah memasuki tahun ke-10. Namun EH Surabaya baru memasuki tahun ke-7. Aksi ini dilakukan secara serentak di Indonesia dengan mengangkat budaya kota masing-masing. Karena kita di Surabaya, aksi ini bernama Suroboyo Petheng,” jelas Adriani Valianda Tobing sebagai koordinator EH Surabaya.

Menurutnya masyarakat Surabaya hanya perlu pembiasaan untuk mencapai gaya hidup yang lebih baik. Surabaya adalah kota go green. Masyarakat hanya perlu pendekatan dengan aksi step by step, baik kepada anak-anak, pengunjung CFD, pengunjung cafe, juga followers di media sosial untuk menunjukkan bahwa aksi EH nyata.

“Aksi ini mencoba mengajak masyarakat untuk berkomitmen. Slogan kami kini ‘Ini Aksiku, Connect to Earth’, berbeda dengan sebelumnya. Semoga semua orang bergerak tanpa merasa terpaksa. Mendukung kita semua untuk membuat bumi menjadi lebih baik,” harap Tobing, koordinator komunitas nirlaba ini. (Haryani)

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.