KULINER

Umm Ali, Dessert Arabian Food di Kala Cuaca Dingin

Love Suroboyo – Berkunjung ke kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, tak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke Jalan KH. Mas Mansyur yang merupakan pusat kuliner di wilayah tersebut. Di sepanjang jalan ini, berjejer aneka kuliner yang paling khas tentu saja kuliner Arab. Pernah dengar Nasi Kebuli, Nasi Briyani, Gulai Kambing, Gulai Maryam dan sejenisnya kan? Makanan-makanan tersebut sudah biasa dinikmati para pencinta kuliner.

Kali ini, Love Suroboyo akan mengulas satu kuliner yang beda dari biasanya. Ada yang pernah tahu Umm Ali? Kalau belum, sekarang kami ulas makanan yang termasuk jenis dessert ini. Tim liputan kuliner pun menyambangi salah satu tempat makan di jalan KH. Mas Mansyur karena penasaran seperti apa bentuk dari Umm Ali.

Saat sampai di depan mata, yang terhidang adalah makanan semacam cereal yang tersaji cantik di sebuah cangkir. Ditelusuri lebih jauh lagi, ternyata di dalamnya berisi roti croisant, kismis, dan kacang almond yang disiram dengan susu. Mungkin terlihat biasa, tetapi ketika sampai di lidah, ada rasa rempah yang sangat terasa. Mirip semacam rempah jintan hitam. Benar-benar rasa yang nikmat. Apalagi dihidangkan dalam keadaan hangat, dessert ini benar-benar cocok dinikmati pada malam hari saat cuaca dingin, atau dinikmati untuk melepas penat setelah lelah beraktivitas. Dibandrol dengan harga Rp20.000,- dessert ini menjadi primadona untuk pengunjung yang datang.

Nama Umm Ali sebagai judul dari dessert ini ternyata memiliki sejarah tersendiri. Ada beberapa versi yang menceritakan kisah Umm Ali. Versi yang terkuat adalah kisah kelam antara dua orang istri sultan Mesir Ezz Al-Din Aybak. Sebelum menjadi sultan, Ezz Al-Din Aybak telah memiliki seorang istri (Umm Ali, artinya Ibunya Ali) dan seorang anak bernama Al Mansur Ali. Saat sultan mesir saat itu, Assalih Ayyoub meninggal dunia, istrinya yang bernama Shajar Al Dur lantas menikahi Ezz Al-Din untuk menguatkan kekuasaannya.

Tragisnya, saat Ezz Al-Din juga ingin menguatkan kekuasaannya dengan menikahi putri Bani Amir, ia dibunuh oleh Shajar Al Dur. Berita ini lantas membuat Umm Ali membalas dendam atas kematian suaminya dengan membunuh Shajar Al Dur yang serakah. Akhirnya, putra Umm Ali diangkat menjadi sultan Mesir. Di hari kematian Shajar, Umm Ali merayakannya dengan menghidangkan sajian dessert dari susu kambing dan kacang-kacangan dan dibagikan ke seluruh negeri. Tak disangka, hidangan ini malah populer dan disebut-sebut sebagai Umm Ali atau Om Ali hingga saat ini.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba dan menyelami sejarah dari Umm Ali? Tak harus berburu hingga ke timur tengah untuk menikmati hidangan dessert lezat bernama Umm Ali ini. Cukup datang saja ke Ampel, Surabaya untuk merasakan atmosfer kuliner ala timur tengah tersebut. (Plumeria & Rani)