KEGIATAN DIVISI SOSIAL BUDAYA KULINER

“Waroeng Pati” Restoran Unik Bertema Adat Jawa

Love Suroboyo– Daftar menu makanan dan minuman di hotel selalu identik dengan kemewahan dan harganya yang mahal, hal itu sudah tidak asing lagi. Namun berbeda dengan restoran yang ada di Hotel Ibis Budget HR Muhammad Surabaya, restoran yang bernama “Waroeng Pati” menawarkan suasana tradisional adat Jawa. Kali ini Tim Love Suroboyo mendapat kesempatan untuk mencicipi dan mereview makanan yang ada di Restoran Waroeng Pati yang letaknya di Jl Mayjen HR. Muhammad no. 24 Surabaya.

Saat memasuki restoran Waroeng Pati, tim Love Suroboyo langsung disambut oleh nuansa tradisional adat Jawa, mulai dari dekorasi serta pramusiaji restoran yang berdandan khas pakaian adat Jawa. Menurut Mas Budi selaku Marketing Communication Hotel Ibis Budget H.R Muhammad mengatakan bahwa tema yang diusung Waroeng Pati memang sengaja mengambil nuansa tradisional adat Jawa, sebab menurutnya belum ada hotel di Surabaya yang mengusung tema Jawa dalam restoran. Nama “Pati” yang melekat di restoran tersebut erat hubungannya dengan pemilik restoran yang berasal dari Pati, Jawa Tengah.

Pramusaji Waroeng Pati

Sedangkan menurut Indra Wibowo selaku General Manager Hotel Ibis Budget HR Muhammad Surabaya mangatakan “ meskipun dengan suasana yang terlihat sederhana khas Jawa, kami tetap akan memberikan pelayanan istimewa layaknya tamu hotel, karena, pelayanan yang terbaik dan memuaskan merupakan prioritas bagi hotel kami”, ujar Indra dikutip dari wartasas.com. Pelanggan tidak perlu menginap untuk bisa menikmati sajian dari Waroeng Pati ini, sebab restoran ini tidak hanya dikhususkan untuk pengunjung hotel saja. Berbagai acara seperti arisan maupun acara komunitas pun bisa mengambil dan menikmati sajian di restoran dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Restoran Waroeng Pati mempunyai menu andalan yang bernama “NAGA atau Nasi Gandul Khas Pati”. Nasi gandul beralaskan daun pisang dan disiram dengan rempah-rempah. Ada beberapa cerita unik serta menarik di balik nama “Nasi Gandul” yang merupakan menu andalan restoran tersebut.

Dinamakan Nasi gandul, karena dulu penjual nasi gandul membawa gerobak yang dipikul di bahu. Pedagang tersebut kemudian menjajakan nasi gandul dengan gerobak berisi tempat kuah nasi gandul di satu sisi pelataan makan nasi gandul. Oleh karena itu, saat penjual menggotong gerobak yang dipikul, gerobak tersebut naik turun seperti ayunan. Alhasil pembeli memberikan nama Nasi Gandul.  Untuk penyajiannya, nasi gandul beralas’an daun pisang, lalu disiram kuah sehingga nasi pun seolah menggantung, tidak menempel pada piring. Namun sayang, Tim Love Suroboyo belum beruntung karena pada saat itu menu andalan mereka kosong.

Setelah berkeliling menikmati suasana Waroeng Pati dan mendengar cerita dari Mas Budi, kini tiba saatnya tim Love Suroboyo untuk mencicipi menu special mereka yaitu Nasi Goreng Kecombrang dan Nasi Ayam Adipati. Dari pengalaman Tim Love Suroboyo ketika mencoba kedua makanan tadi, maka dapat disimpulkan bahwa rasa dari keduanya sangat memanjakan lidah, bumbunya meresap, tingkat kepedasannya sangat pas dan cukup banyak mengundang keringat. Untuk harganya sendiri kalian tidak perlu khawatir, sebab Harga paket dinner yang diberikan oleh pihak manajemen hotel termasuk “sesuai kantong”. So tertarik untuk mencoba kuliner Waroeng Pati ?

Ayo arek-arek jowo dan suroboyo lestarikan makanan jawa , cicipi di waroeng pati 🙂

Penulis : (Octa,Rani, sumber: www.siranselpena.com)

Editor : Dedy Ayub

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.